Resume bab 8 : Produk, Jasa, dan merek

Bab 8

Produk, Jasa, dan Merk

  1. A.     Produk

Menurut Kotler dan Keller (2009 ; 4)

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk memuaskan suatu keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik, jasa, pengalaman, acara, orang, tempat, properti, organisasi, informasi, dan ide.

Produk adalah elemen pertama dan terpenting dalam bauran pemasaran (8P). Strategi produk membutuhkan pengambilan keputusan yang terkoordinasi dalam bauran produk, lini produk, merek, serta pengemasan dan pelabelan.

Tingkat Produk : Hierarki Nilai Pelanggan

Gambar Tingkat produk

  • Manfaat inti (core benefit) : layanan atau manfaat yang benar-benar dibeli pelanggan.
  • Produk Dasar (basic product) : proses mengubah manfaat inti menjadi produk dasar.
  • Produk yg diharapkan (expected product) : sekelompok atribut dan kondisi yang biasanya diahrapkan pembeli ketika mereka membeli produk ini.
  • Produk tambahan ( augmented product) : produk yang melebihi harapan pelanggan.
  • Produk potensial ( potential product) : mencakup semua kemungkinan tambahan dan transformasi yang mungkin dialami sebuah produk atau penawaran di masa depan.

Klasifikasi Barang terbagi 3, yaitu

1)      Klasifikasi produk :

  • Barang-barang yg tidak tahan lama
  • Barang tahan lama
  • Jasa

2)      Kalsifikasi barang konsumen :

  • Barang sehari-hari
  • Barang belanja
  • Barang khusus
  • Barang tak dicari

3)      Kalsifikasi barang industri :

  • Bahan dan suku cadang
  • Barang modal
  • Layanan bisnis dan pasokan

Tiga tingkatan produk

Keputusan produk individu

  1. B.      Jasa

Menurut Kotler dan Keller (2009 ; 36)

Jasa/layanan (service) adalah semua tindakan atau kinerja yang dapat ditawarkan satu pihak kepada pihak lain yang pada intinya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun. Produksinya dapat atau tidak terkait dengan produk fisik.

Lima (5) kategori penawaran :

1)      Barang berwujud murni ( pure tangible goods)

2)      Barang berwujud yang disertai jasa (tangible goods with accompanying services)

3)      Hibrida (hybrid)

4)      Jasa utama yang disertai barang dan jasa kecil (mayor service with accompanying minor goods and services)

5)      Jasa murni (pure service)

Empat karakteristik jasa

a)      Intangibility (tak berwujud)

b)      Inseparability (tak terpisahkan)

c)       Variability (bervariasi)

d)      Perishability (dapat musnah/tidak dapat disimpan)

Lima determinan kualitas jasa :

1)      Reliability (keandalan) – kemampuan untuk melaksanakan dan memberikan layanan tepat waktu.

2)      Responsiveness (responsivitas) – kesediaan membantu pelanggan dan memberikan layanan tepat waktu.

3)      Assurance (jaminan) – pengetahuan dan kesopanan karyawan serta kemampuan mereka untuk menunjukan kepercayaan dan keyakinan.

4)      Empathy (empati)- kondisi memperhatikan dan memberikan perhatian kepada pelanggan.

5)      Tangible  (wujud) – penampilan fasilitas fisik, peralatan, personel dan bahkan komunikasi.

Lima (5) kesenjangan (Gap)  yang menyebabkan kegagalan pengiriman jasa

1)      Kesenjangan antara harapan konsumen dan persepsi manajemen

2)      Kesenjangan antara persepsi manajemen dan spesifikasi kualitas jasa

3)      Kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dan penghantaran jasa

4)      Kesenjangan antara penghantaran jasa dan komunikasi eksternal

5)      Kesenjangan antara jasa anggapan dan jasa yg diharapkan

Dapat terlihat di gambar “model Kualiatas jasa”

  1. C.      Merek

Merek adalah produk dan jasa yang dimensinya mendiferensiasikan merek tersebut dengan beberapa cara dari produk atau jasa lainnya yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan yang sama. Perbedaan ini bisa fungsional, rasional, atau nyata- berhubungan dengan kinerja produk dari merek. Perbedaan ini bisa juga lebih bersifat simbolis, emosional, atau tidak nyata- berhubungan dengan apa yang direpresentasikan merek.

Penetapan branding (branding) adalah memberikan kekuatan merek kepada produk dan jasa. Penetapan merek adalah tentang menciptakan perbedaan produk.

Ekuitas merek (brand equity) adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan jasa, dapat tercermin dalam cara konsumen berpikir , merasa dan bertindak dalam hubungannya dengan merek, dan juga harga, pangsa pasar, dan profitabilitas yang diberikan merek bagi perusahaan.

Model ekuitas merek, terdiri dari 5 komponen, menurut BAV (brand asset valuator) :

  • Diferensiasi – mengukur tingkat sejauh dimana merek dianggap berbeda dari merek lain.
  • Energi –  mengukur arti momentum merek.
  • Relevansi – mengukur cakupan daya tarik merek
  • Harga diri – mengukur seberapa baik merek dihargai dan dihormati
  • Pengetahuan – mengukur kadar keakraban dan keintiman konsumen dengan merek.

Kriteria pemilihan elemen merek :

1)      Dapat diingat

2)      Berarti

3)      Dapat disukai

4)      Dapat ditransfer

5)      Dapat disesuaikan

6)      Dapat dilindungi

 

Keputusan pemberian merek yang utama

 

Empat strategi merek

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s